Muhammad Abdullah Azzam
15 Maret 2018•Update: 15 Maret 2018
Yusuf Hatip
STRASBOURG
Sebanyak 16.000 imigran Afrika yang menempati penampungan-penampungan imigran di Libya dilaporkan telah dipulangkan ke negara masing-masing.
Berbicara dalam Majelis Umum Parlemen Eropa, Perwakilan Tinggi Kebijakan Luar Negeri dan Keamanan Uni Eropa Federica Mogherini mengatakan bahwa dalam dua bulan pertama tahun ini pihaknya telah memulangkan 16.000 imigran yang berada di kamp-kamp penampungan imigran di Libya ke negara masing-masing secara sukarela.
Mogherini mengatakan bahwa sekitar empat hingga lima ribu imigran masih tinggal di kamp-kamp tersebut. Mogherini mengungkapkan bahwa dirinya berharap bahwa dalam beberapa bulan kedepan kamp-kamp tersebut akan benar-benar dikosongkan.
Pada tanggal 14 November tahun lalu, CNN International menyebarkan sebuah gambar yang mengungkap adanya penjualan imigran asal Afrika di pasar budak, di Tripoli. Dilaporkan bahwa dalam hitungan menit, 12 imigran telah dijual hampir 400 euro per orang.
Wakil Perdana Menteri Libya Ahmed Maiteeq juga menentang keras hal tersebut. Ia mengatakan bahwa sebuah operasi telah diluncurkan untuk menyelidiki insiden tersebut.
Libya yang dilanda krisis politik menjadi tempat penyeberangan bagi para imigran asal Afrika ke Eropa. Setiap tahun puluhan ribu orang yang melarikan diri dari daerah konflik menuju Eropa melalui Libya berharap akan mendapatkan hidup yang lebih baik di sana.