Maria Elisa Hospita
18 Juni 2019•Update: 18 Juni 2019
Shuriah Niazi
NEW DELHI
Gelombang panas melanda negara bagian Bihar, India Timur, dan sejauh ini telah menewaskan 184 orang.
Menurut departemen manajemen bencana, sebagian besar kematian dilaporkan dari distrik Aurangabad, Gaya, dan Nawada.
Suhu terpanas dirasakan di Kota Churu di Rajasthan yang mencapai lebih dari 122 Fahrenheit (50 Celcius).
Pada Minggu, setidaknya 34 kematian dilaporkan di Aurangabad dan lebih dari 200 orang dirawat di rumah sakit.
Pemerintah setempat di Gaya kemudian mengimbau warga tetap tinggal di dalam rumah agar mereka tidak merasakan panas.
Menurut surat edaran yang dikeluarkan oleh pemerintah distrik, semua pekerjaan konstruksi pemerintah dan non-pemerintah, dan program budaya, atau berkumpul di ruang terbuka antara pukul 11.00 hingga 16.00 waktu setempat telah dilarang.
Pemerintah juga menginstruksikan semua sekolah di seluruh negara bagian untuk tetap tutup hingga 22 Juni.
"Kami telah meminta orang-orang untuk tetap berada di dalam ruangan mengingat kondisi gelombang panas yang masih berlangsung," kata Abhishek Singh, pejabat pemerintah distrik Gaya, kepada Anadolu Agency.
“Ada banyak orang yang menjalani perawatan. Kami sedang memantau situasi," tambah dia.
Kepala Menteri Bihar Nitish Kumar mengumumkan akan memberikan kompensasi sebesar Rs 400.000 (USD5.800) untuk keluarga korban.