Nani Afrida
25 Januari 2019•Update: 25 Januari 2019
WASHINGTON DC
Amerika Serikat (AS) pada Kamis meminta Dewan Keamanan PBB melakukan rapat terbuka untuk mendiskusikan krisis di Venezuela dan ketua oposisi Juan Guaido yang mendeklarasikan diri sebagai presiden sementara.
Misi AS untuk PBB lewat Twitter mengatakan " Secara resmi meminta rapat terbuka Dewan Keamanan PBB pada Sabtu".
Rapat diminta dilakukan pada pukul 9 pagi waktu setempat.
Permintaan AS datang sehari setelah protes terhadap Presiden Venezuela Nicolas Maduro terjadi di negara itu, dimana para demonstran menuntut pemimpin Venezuela itu meninggalkan jabatannya di tengah krisis ekonomi di negara Amerika Latin itu.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres Kamis pagi menyatakan keprihatinan atas apa yang terjadi di negara itu.
"Sekretaris Jenderal prihatin atas laporan korban dalam konteks demonstrasi dan kerusuhan di Venezuela dan menyerukan penyelidikan yang transparan dan independen atas insiden-insiden ini," kata Stephane Dujarric, juru bicara Guterres, dalam sebuah pernyataan.
Presiden A. Donald Trump mendeklarasikan Guaido, presiden Majelis Nasional, sebagai pemimpin sah Venezuela, dan mendesak pemerintah belahan bumi barat lainnya untuk mengikutinya sambil bersikeras Washington akan mempertahankan tekanan ekonomi dan diplomatik terhadap pemerintah Maduro.
Brasil dan Organisasi Negara-negara Amerika mengakui Guaido sebagai pemimpin Venezuela sebelum pengumuman resminya.
Argentina, Kanada, Chili, Kolombia, Kosta Rika, Ekuador, Guatemala, Panama, dan Paraguay mengikuti AS.
Sementara Bolivia dan Meksiko mengakui Maduro.
Setelah pengumuman Trump, Maduro memutuskan semua hubungan dengan AS dan memerintahkan semua diplomat Amerika untuk meninggalkan negara itu, sebuah permintaan yang ditolak Washington.
"Amerika Serikat (AS)tidak mengakui rezim Maduro sebagai pemerintah Venezuela," kata Sekretaris Negara Mike Pompeo dalam sebuah pernyataan.
"Amerika Serikat tidak menganggap mantan presiden Nicolas Maduro memiliki wewenang hukum untuk memutuskan hubungan diplomatik dengan Amerika Serikat atau untuk menyatakan diplomat kami persona non grata."