Diyar Güldoğan
29 April 2026•Update: 29 April 2026
Presiden Amerika Serikat Donald Trump memerintahkan para pembantunya untuk menyiapkan kemungkinan pemberlakuan blokade berkepanjangan terhadap Iran, menurut laporan The Wall Street Journal pada Selasa.
Mengutip pejabat AS, laporan tersebut menyebutkan bahwa dalam sejumlah pertemuan terbaru, Trump memilih untuk terus menekan ekonomi Iran dan ekspor minyaknya dengan mencegah aktivitas pelayaran menuju dan dari pelabuhan-pelabuhan negara itu.
Para pejabat menilai Trump mempertimbangkan bahwa opsi lain, yakni melanjutkan pemboman atau mengakhiri keterlibatan dalam konflik, memiliki risiko lebih besar dibanding mempertahankan blokade.
Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari, yang kemudian dibalas Teheran dengan serangan terhadap apa yang disebutnya sebagai kepentingan AS di kawasan, termasuk di sejumlah negara Teluk.
Gencatan senjata diumumkan pada 8 April melalui mediasi Pakistan, disusul perundingan di Islamabad pada 11-12 April, namun negosiasi tersebut berakhir tanpa kesepakatan.
Trump kemudian menyatakan bahwa gencatan senjata diperpanjang atas permintaan Pakistan sambil menunggu proposal dari Teheran.
Pada Senin, Trump mengisyaratkan kecil kemungkinan menerima proposal terbaru Iran untuk mengakhiri perang, setelah Teheran mengusulkan pembukaan kembali Selat Hormuz sembari menunda pembahasan terkait program nuklirnya.