Rhany Chairunissa Rufinaldo
05 April 2019•Update: 06 April 2019
Umar Farooq
WASHINGTON
Boeing pada Kamis menyampaikan permintaan maaf atas dua kecelakaan mematikan yang melibatkan pesawat 737 MAX dan menewaskan 346 orang.
"Kami di Boeing menyesali hilangnya nyawa dalam kecelakaan 737 MAX baru-baru ini. Tragedi ini terus membebani hati dan pikiran kami, dan kami menyampaikan simpati kepada orang-orang yang dicintai para penumpang dan kru pesawat Lion Air 610 dan Ethiopian Airlines 302," kata CEO Boeing Dennis Muilenburg dalam sebuah tulisan di blog.
"Kami semua merasakan gravitasi yang sangat besar dari peristiwa-peristiwa ini di perusahaan kami dan merasakan kehancuran yang dialami keluarga dan teman-teman orang-orang terkasih yang tewas," tambah Muilenburg.
Pada 10 Maret, pesawat Boeing 737 Max 8 milik Ethiopian Airlines jatuh di Kenya, enam menit setelah lepas landas dari bandara di Addis Ababa, Ethiopia, menewaskan 157 penumpang dan awak.
Model pesawat yang sama juga terlibat dalam kecelakaan Lion Air JT610 di Jakarta, yang menewaskan 189 orang.
Banyak negara, termasuk AS, Turki, Rusia dan Uni Eropa, menetapkan larangan terbang bagi model pesawat itu di wilayah udara mereka.
Setelah kecelakaan, Boeing mengumumkan pembaruan peranti lunak untuk Maneuvering Characteristics Augmentation System (MCAS) yang akan menambah lebih banyak lapisan perlindungan jika sensor untuk "angle of attack" memberikan data yang salah.
Meskipun telah terjadi dua kecelakaan mematikan dalam waktu lima bulan, Boeing mengatakan mereka tetap percaya diri soal keselamatan pesawat 737 MAX produksinya.
"Kami akan melakukan segala hal untuk mendapatkan kembali kepercayaan dari pelanggan kami dan masyarakat penerbangan dalam beberapa minggu dan bulan mendatang," kata Muilenburg.
"Sekali lagi, kami sangat sedih dan menyesal atas rasa sakit yang disebabkan oleh kecelakaan ini di seluruh dunia. Semua orang yang terkena dampak memiliki rasa simpati kami yang terdalam," tambah dia.