Maria Elisa Hospita
06 April 2019•Update: 07 April 2019
Ahmet Gurhan Kartal
LONDON
Sepekan sebelum rencana penarikan Inggris dari Uni Eropa 12 April, Perdana Menteri Inggris Theresa May pada Jumat kembali meminta Uni Eropa untuk memberikan perpanjangan waktu hingga 30 Juni.
May menyampaikan permohonannya secara tertulis ke Presiden Dewan Eropa Donald Tusk yang berniat menawarkan penundaan "fleksibel" hingga akhir tahun dengan syarat penarikan diri lebih awal jika kesepakatan Brexit disahkan.
"Kebijakan pemerintah Inggris adalah meninggalkan UE secara teratur dan tanpa penundaan yang tak semestinya," kata May dalam suratnya.
Dia menekankan House of Commons sejauh ini gagal menyetujui kesepakatan Brexit sehingga "kebuntuan ini tidak dapat dibiarkan berlarut-larut".
PM Inggris juga menjelaskan bahwa dia telah berdiskusi dengan pemimpin oposisi mengenai strategi Brexit.
Inggris dijadwalkan untuk meninggalkan blok itu pada 12 April - mundur dari jadwal sebelumnya, 29 Maret - tetapi House of Commons tak kunjung menyepakati kesepakatan Brexit.