Muhammad Abdullah Azzam
17 Juli 2019•Update: 17 Juli 2019
Muhammet Kurşun
TEHERAN
Wakil Presiden Pertama Iran, Ishaq Jahangiri mengatakan bahwa negara-negara Uni Eropa (UE) harus menekan Amerika Serikat (AS) untuk mengakhiri sanksi terhadap Iran.
Berbicara di sebuah program di ibu kota Teheran, Jahangiri mengeluarkan pernyataan terkait perjanjian nuklir negaranya dengan negara-negara maju.
Jahangiri menekankan jika negara-negara Eropa ingin melanjutkan perjanjian nuklir dan menjadikannya permanen, maka mereka harus memenuhi janji mereka.
Negara-negara Eropa itu harus menekan pemerintah AS untuk mengakhiri sanksi, bukan menekan Iran, ujar Jahangiri.
"Sangat mudah bagi Iran untuk kembali ke komitmennya dalam kesepakatan nuklir, kita dapat memutuskannya dalam hitungan jam.”
“Pihak-pihak lain dalam perjanjian tersebut perlu menerapkan janji-janji mereka, agar Iran dapat sepenuhnya memenuhi komitmennya," tutur dia.
Di bawah Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPoA), Iran sepakat untuk memusnahkan persediaan uranium yang diperkaya menengah dan memotong persediaan uranium yang diperkaya rendah sebesar 98 persen.
Namun, Iran baru-baru ini mengakui bahwa mereka telah melanggar batas pengayaan uranium 3,67 persen yang ditetapkan berdasarkan kesepakatan nuklir 2015.
Pada Oktober 2017, Presiden Donald Trump mengumumkan bahwa Amerika Serikat tidak akan lagi menjadi anggota kesepakatan dan dengan demikian menarik diri dari perjanjian.