Muhammad Abdullah Azzam
23 Maret 2019•Update: 23 Maret 2019
Burak Karacaoğlu, Eşref Musa
IDLIB
Setidaknya 10 warga sipil tewas dan 28 lainnya terluka dalam serangan udara di permukiman sipil di "Zona de-eskalasi Idlib", Suriah.
Pesawat-pesawat tempur Rusia melancarkan serangan intens ke desa Fua, Keferia, dan distrik Khan Sheikhun di utara Idlib.
Menurut informasi awal yang diterima dari sumber pertahanan sipil, 10 warga sipil tewas dalam serangan udara yang berlangsung hingga Jumat malam.
Pusat pemantauan pesawat milik pihak oposisi Suriah melalui media sosial mengatakan, “Lima pesawat tempur Rusia yang lepas landas dari Pangkalan Khmeimim menghantam wilayah de-eskalasi Idlib."
Tim Pertahanan Sipil masih melanjutkan upaya pencarian dan penyelamatan terhadap kemungkinan warga yang tertimbun di bawah puing-puing. Jumlah korban tewas dan luka-luka dikhawatirkan dapat meningkat.
Pihak pertahanan sipil melaporkan setidaknya 162 sipil tewas dan 473 lainnya terluka dalam serangan-serangan yang dilancarkan sejak awal tahun ini ke provinsi Idlib.
Menyusul pertemuan 17 September di Sochi antara Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Rusia Vladimir Putin, keduanya sepakat membangun zona demiliterisasi - di mana tindakan agresi dilarang secara tegas - di Idlib.
Di bawah kesepakatan itu, kelompok-kelompok oposisi di Idlib diizinkan untuk tetap menempati wilayah, sementara Rusia dan Turki mulai melakukan patroli gabungan di daerah itu untuk mencegah pertempuran kembali meletus.
Sejalan dengan kesepakatan Sochi, kelompok oposisi menarik persenjataan berat mereka dari daerah tertentu di Idlib sejak 10 Oktober.
Suriah baru saja mulai keluar dari konflik dahsyat yang dimulai pada 2011 ketika rezim Assad menindak keras para demonstran dengan keganasan yang tidak terduga.
Sejak itu, puluhan ribu orang tewas dalam konflik sementara jutaan lainnya terpaksa mengungsi.