Nani Afrida
27 Maret 2020•Update: 27 Maret 2020
TRENTON, Kanada
Kanada sangat menentang proposal AS untuk menempatkan pasukan di perbatasan bersama AS dan Kanada, kata Wakil Perdana Menteri Chrystia Freeland pada Kamis
"Ini adalah langkah yang sama sekali tidak perlu, yang kami anggap merusak hubungan kami," kata Freeland pada konferensi pers. "Kanada sangat menentang proposal AS ini, dan kami telah membuat pertentangan itu sangat jelas untuk mitra AS kami."
Pada pengarahan harian rutinnya Kamis yang mendahului pernyataan Freeland, Perdana Menteri Justin Trudeau mengatakan pemerintahnya telah mengadakan "diskusi" tentang masalah ini dan Kanada telah mencoba untuk menghalangi pelaksanaan proposal tersebut.
"Kanada dan Amerika Serikat memiliki perbatasan un-militerisasi terpanjang di dunia, dan sangat penting bagi kita untuk tetap seperti itu," katanya.
Perbatasan antara AS dan Kanada terbentang sepanjang 5.500 mil dan memiliki sekitar 400.000 titik masuk untuk hilir mudik barang-barang senilai 2,7 miliar dolar Kanada.
Pada Rabu, Trudeau dan Presiden AS Donald Trump menutup perbatasan untuk semua hal untuk memperlambat penyebaran virus korona baru.
Media Amerika mengutip seorang pejabat AS mengatakan bahwa Departemen Keamanan Dalam Negeri memang membuat "permintaan resmi" kepada Pentagon agar pasukan AS ditempatkan di titik-titik masuk untuk menghentikan penyeberangan ilegal ke AS.
Pasukan akan memastikan "personel di perbatasan kami memiliki sumber daya dan dukungan operasional yang diperlukan untuk mengatasi ancaman kesehatan masyarakat karena adanya gerakan lintas perbatasan yang tidak terkendali selama pandemi," kata pejabat Trump lainnya, menurut laporan.
Pejabat itu juga menekankan bahwa keputusan untuk mengerahkan pasukan belum dibuat.
Freeland mengatakan langkah itu tidak dibenarkan karena sangat sedikit orang menyeberang secara ilegal ke AS dari pihak Kanada.
"Apa yang kami katakan adalah,‘ Kami benar-benar tidak percaya sama sekali bahwa akan ada pembenaran mengunakan alasan kesehatan masyarakat untuk mengambil tindakan ini, "katanya.
"Dan kami mengatakan, 'Kami benar-benar tidak berpikir (ini) adalah cara yang tepat untuk memperlakukan teman dan sekutu militer terpercaya'. " tambahnya