Gizem Nisa Demir
18 April 2026•Update: 18 April 2026
NATO menegaskan bahwa tindakan nyata jauh lebih menentukan dibandingkan sekadar pernyataan di tengah meningkatnya ketidakstabilan global, seiring aliansi itu mendorong komitmen pertahanan yang lebih kuat dari negara-negara anggotanya.
Wakil Sekretaris Jenderal NATO Radmila Shekerinska mengatakan ancaman global yang kian meningkat membutuhkan langkah cepat dan tegas, serta menekankan bahwa komitmen aliansi akan dinilai dari implementasi, bukan sekadar janji.
“Komitmen kami akan diukur bukan dari pernyataan, bukan dari pidato, tetapi dari pelaksanaannya,” ujar Shekerinska dalam Forum Diplomasi Antalya (ADF) di Turkiye selatan, Sabtu, dalam panel bertajuk “Securing Europe: Unity and Strategic Renewal towards NATO Ankara Summit.”
Ia menegaskan bahwa ancaman yang dihadapi saat ini tidak memberi ruang untuk penundaan, sehingga memerlukan tindakan yang benar-benar tegas. Menurut dia, langkah yang diambil para pemimpin di Den Haag merupakan awal, namun belum cukup.
Shekerinska juga menyoroti adanya peningkatan peran negara-negara Eropa dan Kanada dalam memperkuat komitmen pertahanan menjelang KTT NATO di Ankara.
“Kami melihat kebutuhan mendesak bagi sekutu Eropa dan Kanada untuk meningkatkan kontribusi. Seruan ini mungkin sudah lama tertunda, tetapi kini jelas bahwa mereka benar-benar mengambil langkah nyata,” katanya.
Ia menambahkan bahwa kredibilitas NATO sangat bergantung pada implementasi komitmen tersebut, termasuk peningkatan belanja pertahanan di berbagai negara anggota.
Shekerinska menyebut negara-negara Baltik dan Jerman sebagai contoh utama peningkatan tersebut. Lithuania dan Latvia, misalnya, mencatat tingkat belanja pertahanan yang sangat tinggi, mendekati bahkan melampaui 5 persen dari produk domestik bruto.
Sementara itu, Jerman menunjukkan perubahan signifikan dengan menggandakan anggaran pertahanannya, yang menurut Shekerinska menjadi bukti bahwa komitmen NATO bukan sekadar retorika, melainkan investasi nyata.
Rusia jadi peringatan bagi NATO
Shekerinska mengatakan fokus NATO dalam KTT Ankara juga akan mencakup peningkatan produksi pertahanan dan koordinasi industri, termasuk melalui forum industri khusus.
Ia menekankan pentingnya peningkatan produksi serta percepatan pengiriman peralatan militer melalui kerja sama yang lebih erat di sektor pertahanan transatlantik.
Selain itu, ia menegaskan pentingnya dukungan berkelanjutan bagi Ukraina agar Kyiv dapat bernegosiasi dari posisi yang kuat. Menurutnya, pembagian beban tidak hanya soal anggaran, tetapi juga mencakup bantuan militer.
Shekerinska menyebut agresi Rusia di Ukraina sebagai titik balik bagi keamanan Eropa dan peringatan penting bagi NATO untuk bersiap menghadapi kompetisi geopolitik yang lebih intens.
“Agresi Rusia di Ukraina adalah peringatan keras,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa NATO kini bersiap menghadapi periode kompetisi geopolitik yang lebih kuat, termasuk risiko di Timur Tengah dan kawasan Arktik.
Ia juga menyoroti penyesuaian operasional NATO di kawasan Laut Baltik dan wilayah utara, termasuk melalui inisiatif seperti Baltic Sentry, Eastern Sentry, dan Arctic Sentry, yang menunjukkan kemampuan aliansi untuk beradaptasi dengan cepat.
“Anda tidak bisa melakukan semua aktivitas kewaspadaan ini hanya dengan pidato dan pernyataan, melainkan dengan kemampuan nyata,” kata Shekerinska, menekankan pentingnya investasi berkelanjutan dalam pendanaan dan inovasi.