Can Erözden,Nani Afrida
07 November 2018•Update: 08 November 2018
Omer Aydin
STRASBOURG
Polisi Prancis di Strasbourg menangkap 14 pendukung teroris PKK pada Selasa karena terlibat kerusuhan, penyerangan terhadap polisi, dan perbuatan melanggar hukum lainnya.
Sumber-sumber polisi mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa selama demonstrasi, para pendukung kelompok teroris mencoba masuk ke gedung Dewan Eropa dan Pengadilan Hak Asasi Manusia Eropa (ECHR), dan sambil melakukan pengrusakan.
Sekelompok orang di dekat gedung-gedung menyerang polisi dengan melemparkan batu dan tongkat, melukai tujuh polisi, dan polisi menggunakan gas air mata serta menahan 14 orang sebagai aksi balasan.
Aksi itu dilaporkan untuk memprotes kondisi penjara Abdullah Ocalan, tempat pemimpin terpidana kelompok teroris.
Para pendukung PKK teroris datang dari Prancis, Jerman, Swiss, dan negara-negara terdekat lainnya.
PKK terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS, dan Uni Eropa.
Dalam lebih dari 30 tahun kampanye teror melawan Turki, telah bertanggung jawab atas kematian sekitar 40.000 orang, termasuk wanita dan anak-anak.