Havva Kara Aydın
22 Desember 2019•Update: 23 Desember 2019
Alaattin Dogru
DAKAR (AA) - Pasukan Barkhane Prancis menewaskan 33 teroris, kata Presiden Prancis Emmanuel Macron, Sabtu.
Dia mengumumkan operasi itu dilakukan oleh pasukan Barkhane Prancis di wilayah Mopti tengah Mali dan dua tentara Mali diselamatkan.
Macron menyampaikan pernyataan tersebut saat perjalanan ke Afrika Barat setelah dia tiba di Pantai Gading pada Jumat dan bertemu dengan Presiden Alassane Ouattara sebelum menuju ke pangkalan militer Prancis.
Tur itu berlangsung hampir setahun sebelum pemilihan presiden Pantai Gading yang dijadwalkan berlangsung Oktober 2020.
Pantai Gading tidak hanya rumah bagi pangkalan militer Prancis tetapi juga merupakan pusat kekuatan ekonomi di kawasan itu.
Sebagai mitra historis dengan minat besar, Prancis mempertahankan 4.500 personel militer yang ditempatkan di seluruh Afrika Barat dan Tengah di mana teroris telah melakukan serangan pada 2019 terhadap pasukan di Mali dan Niger, serta memperluas ke Burkina Faso.
Macron akan melakukan perjalanan ke ibukota Nigeria di Niamey untuk bertemu dengan Presiden Mahamadou Issoufou dan meninjau pangkalan udara Niger di mana lebih dari 70 tentara tewas dalam serangan baru-baru ini dan telah dimakamkan.
Dia juga akan membayar ganti rugi kepada semua korban terorisme Mali, Burkinabe, dan Nigerien.
* Ditulis oleh Havva Kara Aydin