MOSKOW
Rusia berharap negosiasi untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir Iran akan berhasil dan semua pihak melanjutkan kepatuhan penuh, kata Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov pada Rabu.
Dalam sebuah wawancara, Lavrov mengatakan Barat sedang mencoba mendistorsi fakta dengan menuduh Iran menunda proses negosiasi dan seolah Teheran menunggu lebih dari satu tahun bagi Amerika Serikat (AS) untuk kembali ke kesepakatan dan tidak melanggar komitmennya.
Iran hanya membatasi atau berhenti memenuhi kewajibannya setelah benar-benar yakin bahwa Washington tidak akan menarik kembali keputusannya, tetapi masih menjelaskan bahwa mereka siap untuk menghidupkan kembali pakta itu jika AS mempertimbangkan kembali posisinya, menurut menlu Rusia.
Dia mengatakan pejabat Amerika dan Iran tidak duduk di meja yang sama selama enam putaran konsultasi di Wina dari April hingga Juni tahun ini, melainkan berkomunikasi melalui koordinator.
Proses itu masih mengarah pada “paket pemahaman” yang telah mengangkat harapan bahwa kesepakatan nuklir akan dipulihkan, tambah Lavrov.
“Tim Iran saat ini masih baru, tetapi mereka sangat cepat, dan saya akan mengatakan secara profesional, terbiasa dengan materi dan menyiapkan proposal,” ujar dia.
“Awalnya, beberapa peserta dari negara Barat menyambut ini dengan permusuhan, tetapi mereka akhirnya menyadari bahwa proposal tersebut memiliki hak untuk ada dan dipelajari,” kata Lavrov.
Menurut dia, masalah terbesar saat ini bukan tentang konten tetapi citra publik, karena AS dan Iran bertengkar tentang siapa yang akan menjadi yang pertama mengumumkan kembalinya pakta tersebut.
“Iran yakin bahwa Amerika harus melakukannya karena merekalah yang pertama menarik diri dari JCPOA [Rencana Aksi Komprehensif Gabungan],” ungkap dia.
“Amerika percaya bahwa Iran telah mulai melanggar kewajibannya dan, terlepas dari fakta bahwa Washington tidak memenuhi kewajibannya sama sekali, Iran harus mengambil langkah pertama,” imbuh dia.
Rusia dan China menganjurkan untuk menyatukan langkah tersebut, yang sedang dilakukan oleh para perunding di Wina saat ini, jelas dia.
Negosiasi akan dimulai kembali setelah liburan Natal di Eropa, menurut Lavrov.
“Iran mengkonfirmasi bahwa mereka akan melanjutkan implementasi penuh, termasuk protokol tambahan untuk perjanjian dengan IAEA [Badan Energi Atom Internasional] tentang jaminan komprehensif, jika AS mulai memenuhi kewajibannya dan berhenti mengancam Teheran dengan sanksi,” ujar menteri Rusia.
Namun, dia menekankan bahwa semua peserta telah memutuskan untuk bekerja pada prinsip bahwa “tidak ada yang disepakati sampai semuanya disepakati.”