Rhany Chairunissa Rufinaldo
01 Mei 2019•Update: 02 Mei 2019
Beyza Binnur Donmez
ANKARA
Venezuela menghadapi upaya kudeta yang dilakukan oleh sekelompok kecil personel militer pengkhianat, kata wakil presiden negara itu pada Selasa.
Jorge Rodriguez mengatakan bahwa sekelompok tentara turun ke jalan distributor Altamira, yang dekat dengan pangkalan udara militer La Carlota, untuk melakukan pemberontakan melawan konstitusi dan perdamaian negara.
"Kami menyerukan kepada warga untuk tetap waspada, bersama dengan Angkatan Bersenjata Nasional Bolivarian yang mulia, untuk mengalahkan upaya kudeta dan menjaga perdamaian," ujar dia.
Pernyataan Rodriguez disampaikan setelah pemimpin oposisi Juan Guaido, yang menyatakan diri sebagai presiden sementara, mengunggah sebuah video di mana dia menyerukan pemberontakan dengan sekelompok tentara.
Diosdado Cabello, ketua Majelis Konstituante Nasional, juga mendesak tentara dan warga untuk berkumpul di sekitar istana presiden untuk membela Presiden Nicolas Maduro.
Menteri Pertahanan Vladimir Padrino Lopez mengatakan bahwa Angkatan Bersenjata Nasional Bolivarian akan terus mempertahankan konstitusi dan semua unit militer melaporkan keadaan normal di pangkalan mereka.
Sementara itu, Jaksa Agung Venezuela Tarek William Saab mengumumkan bahwa tindakan hukum akan diluncurkan terhadap mereka yang terlibat dalam upaya kudeta yang dipimpin oleh Guaido.
Berbicara kepada saluran TV teleSUR, yang berbasis di ibu kota Caracas, Saab mengatakan bahwa Venezuela akan mengambil jalur hukum terhadap operasi kebebasan yang bertujuan untuk menimbulkan perang berdarah di dalam negara.
Fase akhir operasi kebebasan dimulai
Sebelumnya pada Selasa, Guaido merilis sebuah video di mana dia bertemu pasukan dari Angkatan Bersenjata Nasional dan menyerukan pemberontakan untuk mengakhiri perebutan kekuasaan Maduro.
Dia menekankan bahwa ini adalah awal dari fase terakhir Operasi Kebebasan untuk menggulingkan Maduro.
"Angkatan Bersenjata Nasional telah membuat keputusan yang tepat, mereka mendapat dukungan dari rakyat Venezuela," kata Guaido.
Guaido juga mengimbau warga agar turun ke jalan untuk mendukung kekuatan demokrasi dan memulihkan kebebasan negara.
"[Penduduk] Kota Caracas, mari semuanya ke La Carlota," tambah dia, merujuk pada pangkalan udara militer.
Venezuela telah diguncang oleh protes sejak 10 Januari, ketika Maduro dilantik untuk masa jabatan kedua setelah pemungutan suara yang diboikot oleh oposisi.
Ketegangan meningkat ketika Guaido, yang mengepalai Majelis Nasional Venezuela, menyatakan dirinya sebagai presiden pada 23 Januari, suatu langkah yang didukung oleh AS dan banyak negara Eropa dan Amerika Latin.