Umar Idrıs
06 Februari 2020•Update: 07 Februari 2020
Gokhan Ergocun
ISTANBUL
Wabah virus korona dapat mempengaruhi ekonomi global secara serius dan menyebabkan masalah pada rantai pasokan, kata menteri industri dan teknologi Turki, Mustafa Varank, pada Rabu.
"Ekonomi Tiongkok menghasilkan 20 persen dari produksi global secara keseluruhan dan memiliki posisi strategis pada rantai pasokan," kata Mustafa Varank, dalam Konferensi Perdagangan dan Rantai Pasokan Global, yang diselenggarakan oleh Bank Dunia (WBG), di Istanbul.
"Selain efek virus pada kesehatan manusia, virus ini meningkatkan kekhawatiran tentang dampak potensial pada ekonomi," kata Varank.
Ketidakpastian akibat virus koronan menjadi agenda prioritas global, katanya.
Karena itu, dunia membutuhkan kerja sama internasional lebih erat dari sebelumnya, kata Varank.
Virus itu, pertama kali terdeteksi pada bulan Desember di kota Wuhan, ibukota provinsi Hubei di Cina tengah, sejauh ini telah menyebabkan hampir 500 kematian, dengan lebih dari 24.000 kasus yang terkonfirmasi.
Para ekonom memperkirakan virus tersebut akan berdampak negatif terhadap ekonomi dunia akibat adanya gangguan pada beberapa bidang seperti penerbangan, perdagangan internasional, dan pariwisata.
Dia mengatakan, selama 30 tahun terakhir, aktor terpenting yang membentuk ekonomi global adalah rantai pasokan dan nilai global.
Jaringan produksi diciptakan untuk perdagangan dan investasi internasional, yang menghubungkan negara, perusahaan, dan para pekerjanya, katanya.
Mengintegrasikan dengan rantai global meningkatkan pertumbuhan, mengurangi kemiskinan dan mendukung target pembangunan, katanya.
Dia menambahkan: "Tetapi meningkatnya perang dagang dan teknologi menimbulkan hambatan serius bagi integrasi ekonomi global."
Turki berada di antara negara manufaktur dan jasa seperti Cina, India, Meksiko, dan Thailand, dan Turki juga menyediakan bahan kimia, logam, produk tekstil, barang elektronik, dan kendaraan untuk rantai pasok global, dia mengingatkan.
Menteri mengatakan itu tidak cukup bagi Turki yang ingin menaikkan harga setiap kilogram barang ekspornya.
"Kami ingin membawa Turki ke liga yang lebih tinggi dan peringkat teratas di antara ekonomi global," tambahnya.
Mengacu pada dukungan Turki kepada investor dan pelaku bisnis, ia mengatakan Turki memiliki sistem insentif yang baik bagi perusahaan domestik dan asing.
Turki memiliki penelitian dan pengembangan yang kuat, dan infrastruktur inovasi, tegas Varank.
Turki adalah produsen otomotif terbesar di Eropa, katanya, merujuk pada saat Turki memperkenalkan mobil asli pertamanya, TOGG.