Pizaro Gozali İdrus
21 Desember 2019•Update: 23 Desember 2019
KUALA LUMPUR
Kerajaan Malaysia mengajak dunia Islam untuk peduli terhadap nasib pengungsi Suriah yang hingga kini terus terusir dari negaranya.
Berpidato dalam penutupan Kuala Lumpur Summit pada Jumat, Wakil Raja Malaysia Sultan Nazrin Shah mengingatkan negara-negara Arab yang tidak memberikan perlindungan kepada para pengungsi Suriah sehingga mereka memilih pergi ke Eropa.
“Saya ingat dengan jelas seorang pengungsi Suriah pada tahun 2015 berkata bahwa, ‘kami akan memberi tahu anak-anak kami bahwa para migran Suriah melarikan diri dari negara mereka untuk datang ke Eropa ketika Mekkah dan tanah umat Muslim lebih dekat dengan mereka’,” ujar Sultan Nazrin Shah di Kuala Lumpur Convention Centre.
Sultan Nazrin Shah meminta dunia tidak melupakan kisah bocah Suriah Alan Kurdi yang yang meninggal dunia akibat kapal yang ditumpanginya tenggelam di pantai Mediterania.
“Ini adalah tragedi yang menggetarkan hati. Pasti ada banyak, banyak lagi, kejadian seperti ini yang tidak dilihat dan didengar oleh dunia,” kata Sultan Nazrin Shah.
Sultan Perak itu menyampaikan kejadian di Suriah adalah pesan bagi umat Muslim di manapun mereka berada bahwa tidak seharusnya para pengungsi melakukan perjalanan berbahaya menuju Eropa jika negara Muslim membuka pintu.
“Harus ada tempat perlindungan yang aman bagi mereka yang lebih dekat dari tanah air mereka,” ucap dia.
Sekitar 450 delegasi yang terdiri dari para pemimpin dunia, intelektual, politisi, dan organisasi non-pemerintah dari 56 negara menghadiri pertemuan bertema 'Peran Pembangunan dalam Mencapai Kedaulatan Nasional' dalam Kuala Lumpur Summit.
Para pemimpin negara yang hadir dalam pertemuan puncak ini antara lain Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad, Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, dan Presiden Iran Hassan Rouhani Iran.