Maria Elisa Hospita
19 Maret 2020•Update: 20 Maret 2020
Peter Kenny
JENEWA
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan bahwa uji coba pertama untuk vaksin virus korona atau Covid-19 sudah dimulai pada Rabu.
"Uji coba dimulai hanya 60 hari setelah kode-kode genetik virus dibagikan oleh China," papar Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus.
Meskipun begitu, dia tidak menyebutkan lokasi uji coba tersebut.
Para pejabat kesehatan mengatakan vaksin ini akan tersedia untuk umum setidaknya 12 hingga 18 bulan ke depan.
"Lebih dari 200.000 kasus Covid-19 dikonfirmasi dan lebih dari 8.000 kematian dilaporkan di seluruh dunia," imbuh dia dalam konferensi pers virtual di kantor pusat WHO di Jenewa.
Dalam kesempatan yang sama, Tedros memuji para ilmuwan di seluruh dunia yang bekerja sama untuk meneliti dan mengevaluasi wabah ini secara sistematis.
"Uji coba kecil dengan metodologi yang berbeda-beda banyak dilakukan, oleh karena itu, WHO dan mitra-mitranya mengadakan penelitian di mana pengobatan yang belum teruji akan digabungkan dan dibandingkan satu sama lain," kata dia lagi.
Negara-negara yang telah mengkonfirmasi partisipasi mereka dalam uji coba gabungan ini adalah Argentina, Bahrain, Kanada, Prancis, Iran, Norwegia, Afrika Selatan, Spanyol, Swiss, dan Thailand.
"Kita tahu banyak negara yang kewalahan menghadapi pandemi ini. Setiap negara harus mendesak warganya untuk menjaga jarak dan membatalkan acara-acara besar. Namun, untuk menekan dan mengendalikan epidemi ini secara efektif, negara harus mengisolasi, melacak kontak, melakukan tes masif, dan memberikan pengobatan," tegas Tedro.
Tedros juga menekankan bahwa WHO terus merekomendasikan isolasi, tes, dan pengobatan bagi setiap kasus. Selain itu, pelacakan kontak adalah tulang punggung dari respons (menghadapi Covid-19).