Rhany Chairunissa Rufinaldo
28 Agustus 2020•Update: 28 Agustus 2020
Tevfik Durul
ATHENA
Parlemen Yunani pada Kamis meratifikasi perjanjian maritim yang kontroversial dengan Mesir tentang perbatasan di Mediterania Timur.
Pemungutan suara untuk kesepakatan itu dilakukan setelah kunjungan Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas ke Yunani dan Turki pada Senin, yang mendorong kedua negara untuk terlibat dalam dialog guna menghindari konflik di kawasan itu.
Yunani menandatangani kesepakatan zona ekonomi eksklusif (ZEE) dengan Italia pada 9 Juni dan dengan Mesir pada 7 Agustus.
Kementerian Luar Negeri Turki mengecam Yunani dalam sebuah pernyataan, mengklaim bahwa Yunani dan Mesir tidak berbagi perbatasan laut dan bahwa kesepakatan itu batal demi hukum.
Pernyataan itu menambahkan bahwa area yang dibatasi dalam pakta itu terletak di landas kontinen Turki, seperti yang dilaporkan Ankara ke PBB.
Turki telah lama menentang upaya berbagai negara untuk mengeluarkannya dari yurisdiksi maritim yang sah, meskipun memiliki garis pantai terpanjang di Mediterania Timur.
Upaya itu secara khusus mencoba untuk mencabut hak Turki untuk mengeksplorasi sumber daya energi di kawasan tersebut.
Padahal, Ankara terus berupaya untuk mendorong agar wilayah itu dibagikan secara adil antara negara-negara kawasan.
Sebelumnya pada November tahun lalu, Turki dan Libya sudah terlebih dahulu menandatangani kesepakatan penting yang mengatur batas maritim antara kedua negara