Muhammad Nazarudin Latief
24 April 2019•Update: 24 April 2019
Muhammad Latief
JAKARTA
Bank Dunia pada Rabu memproyeksikan pertumbuhan ekonomi di negara-negara berkembang Asia Timur dan Pasifik melambat menjadi 6 persen pada 2019 dan 2020, turun dari 6,3 persen pada 2018
Seperti dilansir The Nation, ini merupakan akibat dari efek dari kondisi global dan kebijakan pemerintah China.
Menurut Bank Dunia, ekonomi kawasan telah berhasil melewati volatilitas pasar keuangan 2018 dengan baik. Hal ini didorong oleh kebijakan yang efektif, fundamental yang kuat, kegiatan ekonomi yang beragam, nilai tukar yang fleksibel dan penyangga kebijakan yang solid.
Permintaan domestik tetap kuat di banyak wilayah, tambah Bank Dunia.
Kepala Ekonom Bank Dunia untuk kawasan Asia Timur dan Pasifik Andrew Mason memperingatkan risiko penurunan pertumbuhan karena perlambatan lebih lanjut di negara maju.
Kemungkinan perlambatan yang lebih cepat dari perkiraan di China, dan ketegangan perdagangan yang belum terselesaikan, kata Mason.
Sedangkan untuk ekonomi Thailand, Bank Dunia memproyeksikan tingkat pertumbuhan 3,8 persen tahun ini dan 3,9 persen tahun depan, turun sedikit dari 4,1 persen pada 2018.