İqbal Musyaffa
23 Desember 2019•Update: 25 Desember 2019
JAKARTA
Kementerian Komunikasi dan Informatika mengatakan pemerintah saat ini sedang membahas jenis-jenis investasi yang bisa dibuka untuk asing, termasuk investasi yang melibatkan arus informasi data.
Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengatakan jenis investasi yang bisa dibuka untuk asing masih dalam pembahasan dan belum bisa disebutkan.
“Tapi ada beberapa yang dibahas terkait situasi terkini di dunia seperti arus data yang belum ada kesepakatan globalnya,” jelas Menteri Johnny di Jakarta, Senin.
Dia mengatakan pengaturan data harus dilakukan dengan baik sambil melihat perkembangan global.
Menteri Johnny mengatakan bisnis-bisnis yang terkait dengan data dan informatika seperti perbankan, asuransi, dan sejenisnya akan diatur mekanisme investasinya, termasuk peredaran arus datanya dengan negara asing tempat investasi tersebut berasal.
“Negara-negara lain juga harus resiprokal ke kita, jangan hanya kita saja yang memberikan (informasi dan datanya),” imbuh Menteri Johnny.
Dia mengatakan pemerintah berusaha mencari titik temunya untuk menjaga kepentingan negara, rakyat, dan juga upaya untuk mempercepat perekonomian.
Lebih lanjut, Menteri Johnny mengatakan dalam rapat koordinasi mengenai Daftar Negatif Investasi dibahas terkait sektor-sektor yang memungkinkan masuknya investasi asing seperti perdagangan, perhubungan, telekomunikasi, pasar modal, kelautan dan perikanan, kehutan, dan ESDM.
“Dilihat satu-satu mana yang bisa dibuka untuk asing masuk, dan mana yang di dalam negeri sudah cukup kuat tidak perlu asing,” tambah dia.