Iqbal Musyaffa
26 November 2020•Update: 28 November 2020
JAKARTA
Pemerintah mengatakan kinerja sektor industri pengolahan nonmigas Indonesia perlahan-lahan mulai membaik, setelah terpukul pandemi Covid-19.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian Eko Cahyanto mengatakan kontraksi pertumbuhan sektor industri pengolahan nonmigas mulai membaik.
"Dari minus 5,74 persen pada kuartal kedua menjadi minus 4,04 pada kuartal ketiga," ujar Eko dalam diskusi virtual, Kamis.
Eko menambahkan sektor industri juga masih menjadi kontributor terbesar pada pertumbuhan ekonomi kuartal ketiga sebesar 19,86 persen, di antaranya berasal dari industri pengolahan nonmigas sebesar 17,9 persen.
Subsektor industri yang memberikan kontribusi PDB terbesar antara lain industri makanan minuman, industri kimia, farmasi, dan obat tradisional, industri barang logam, komputer, elektronik, optik, dan listrik, industri alat angkut, serta industri tekstil dan pakaian jadi.
“Sepanjang 2020 pertumbuhan industri nonmigas diperkirakan masih akan terkontraksi, namun kian mengecil menjadi minus 2,22 persen,” ujar Eko.
Eko menjelaskan potensi perbaikan ini didorong oleh peningkatan ekspor dan membaiknya indeks PMI Indonesia.
Dia menjelaskan kinerja ekspor impor industri pengolahan nonmigas pada periode Januari hingga Oktober tahun ini mencatat surplus USD11,76 miliar dengan total ekspor USD106,14 miliar, tumbuh sedikit dari periode tahun lalu yang sebesar USD105,95 miliar.
“Industri makanan dan minuman menjadi kontributor ekspor terbesar dengan angka USD24,29 miliar,” jelas Eko.
Eko mengatakan meski di masa pandemi, namun total investasi pada sektor industri pengolahan nonmigas justru meningkat 37 persen.
Dari Rp147,3 triliun pada periode Januari-September 2019 menjadi Rp201,9 triliun pada periode yang sama tahun ini.
Investasi terbesar terjadi pada subsektor industri logam dasar, barang logam, bukan mesin sebesar Rp69,79 triliun.
Dia mengatakan pandemi Covid-19 memberikan dampak pada penurunan utilisasi industri pengolahan nonmigas yang pada periode Januari-Maret 2020 mencapai 76,29 persen menjadi hanya 56,5 persen pada periode April-Oktober 2020.
Eko mengatakan pada 2021 diperkirakan pertumbuhan industri pengolahan nonmigas bisa kembali ke zona positif.
Angka pertumbuhannya mencapai 3,95 persen dengan asumsi pandemi Covid-19 bisa dikendalikan dengan vaksin sehingga aktivitas ekonomi kembali pulih.
Proyeksi perbaikan pertumbuhan sektor industri pengolahan nonmigas pada 2021 ini masih lebih rendah dari realisasi pertumbuhan pada 2019 yang sebesar 4,34 persen dan 2018 yang sebesar 4,77 persen.