Muhammad Nazarudin Latief
25 Oktober 2018•Update: 25 Oktober 2018
Muhammad Latief
JAKARTA
Pengusaha-pengusaha Indonesia memulai program mencetak 100 ribu eksportir baru hingga 2030 dari kalangan generasi muda, untuk menguatkan posisi Indonesia dalam mata rantai perdagangan global, ujar Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia.
Ketua KADIN Rosan Roeslani mengatakan pihaknya akan mendorong generasi muda berani menjadi eksportir dengan memprakarsai Gerakan Ekspor Nasional (GEN). Sasarannya adalah perguruan tinggi dan pelaku usaha kecil menengah (UKM).
“Kita harapkan akan muncul para pelaku ekspor yang baru, sehingga ada diversifikasi produk atau pasar barang ekspor Indonesia ke negara-negara nontradisional maupun memasuki pasar-pasar tradisional, termasuk Amerika Serikat dan China,” ujar dia saat mengunjungi Trade Expo Indonesia (TEI) di Tangerang, Banten, Kamis.
Ada empat pilar strategi pengembangan ekspor, kata Roslan, yaitu diversifikasi produk ekspor, pengembangan pasar ekspor, peningkatan harga ekspor dan pengembangan ekosistem ekspor.
Selama pameran dagang ini, KADIN sedikitnya melakukan 19 pertemuan bilateral. Di antaranya dengan Afrika Selatan, Bahrain, Pakistan, Alzajair, Bosnia, Kamerun, Papua New Guinea, Irak, Syria, Kuwait, Afghanistan, Kolombia, Malaysia, Oman, Turki, Bulgaria, Krosia, Rumania dan Rusia.
Selain itu, Mercosur -- blok politik ekonomi beranggotakan Argentina, Brazil, Paraguay, Uruguay, dan Venezuela -- juga dijadwalkan akan melakukan pertemuan.
KADIN Indonesia melakukan penandatanganan MoU dengan negara-negara sahabat antara lain dengan Sarawak Business Federation, Algerian Chamber of Commerce and Industry, Federation of Syrian Chamber of Commerce dan dengan Union of Chamber and Commodity Exchange of Turkey.
“Kerja sama ini diharapkan membuka akses yang lebih mudah bagi para pelaku ekspor Indonesia, sehingga tujuan dari GEN dapat tercapai seperti yang kita sama-sama harapkan,” pungkas Rosan.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Arlinda mengatakan saat ini pihaknya telah memulai seleksi berbagai kerja sama inovatif antara pengusaha, pemerintah dan masyarakat untuk ikut dalam Expo 2020 Dubai yang berlangsung pada Oktober 2020 hingga April 2021.
“Partisipasi Indonesia dalam pameran yang digelar lima tahun sekali ini penting untuk menunjukkan eksistensi di pasar global,” ujar Arlinda.
Indonesia akan memamerkan potensi investasi, bisnis dan kerja sama di berbagai bidang, seperti perdagangan, industri, edukasi, e-commerce, perkebunan, lingkungan dan pariwisata. Indonesia akan membangun paviliun seluas 1.860 meter persegi.
“Kami membuka peluang bagi perusahaan untuk berpartisipasi dalam Pavilion Indonesia di pameran itu,” ujar dia.
Menurut Arlinda, keanekaragaman produk Indonesia adalah peluang besar bagi pasar global.