Muhammad Nazarudin Latief
06 Maret 2020•Update: 06 Maret 2020
JAKARTA
Harga minyak mentah Indonesia atau Indonesia Crude Price (ICP) pada Februari turun 13 persen menjadi USD56,61 per barel, dari harga USD65,38 per barel pada Januari karena tertekan wabah Covid-19, ujar Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jumat.
Juru bicara Kementerian ESDM Agung Pribadi mengatakan permintaan global tengah menurun.
Agung mengatakan, Wabah Covid-19 membuat aktivitas ekonomi turun drastis dan transportasi umum di negara-negara Asia Pasifik berhenti beroperasi.
“Penurunan harga minyak mentah ini juga dipengaruhi melambatnya pertumbuhan ekonomi India,” ujar Agung dalam siaran pers, Jumat.
Penurunan permintaan ini sejalan proyeksi International Energy Agency (IEA) yang memperkirakan penurunan tahun ini sebesar 500.000 barel per hari menjadi 100,1 juta barel per hari. Sedangkan OPEC memprediksi permintaan turun sebesar 250.000 barel per hari menjadi 100,98 juta barel per hari.
Menurut Agung, penurunan harga minyak mentah ini juga disebabkan sentimen negatif pasar atas ketidakpastian sikap Rusia terhadap rencana OPEC+ untuk melakukan tambahan pemotongan produksi minyak mentah sebesar 600.000 barel per hari.
Selain itu, menurut Agung terjadi peningkatan stok minyak mentah AS pada Februari 2020 sebesar 8,3 juta barel menjadi sebesar 443,3 juta barel dibandingkan Januari 2020.
“Ini juga turut mempengaruhi turunnya harga minyak dunia,” ujar dia.