Pizaro Gozali İdrus
20 Februari 2018•Update: 20 Februari 2018
Pizaro Gozali
JAKARTA
Duta Besar Turki untuk Indonesia Mehmet Kadri Sander Gurbuz menegaskan negaranya menjamin hak bangsa Kurdi setara dengan etnis lainnya.
“Kita pernah punya presiden dan perdana menteri dari Kurdi yakni Turgut Ozal. Bahkan saat ini, setidaknya ada 4-5 menteri dari Kurdi,” ujar Gurbuz dalam kuliah umum di Universitas Indonesia di Jakata, Selasa.
Gurbuz menegaskan 10 persen dari populasi Turki atau setara dengan delapan juta warga berasal dari bangsa Kurdi dan mereka hidup damai.
“Ada 150 anggota parlemen di Turki berasal dari Kurdi. Di Istanbul 25 persen pengusaha kaya juga berasal dari Kurdi,” tegas Gurbuz.
Gurbuz menegaskan Turki selalu menjamin hak-hak minoritas, walau 95 persen orang Turki adalah muslim.
“Sejak zaman Ottoman, etnis minoritas Yahudi, Armenia, dan Kristen memiliki hak sama. Mereka bebas beribadah, bahkan kita hidup berdampingan,” jelas Gurbuz.
Gurbuz menegaskan kelompok teroris PKK/PYD tidak mewakili bangsa Kurdi. Bahkan mereka melakukan pendudukan di wilayah Suriah utara.
“Kelompok teroris PKK/PYD secara internasional sudah diakui sebagai organisasi teroris oleh Uni Eropa, Amerika Serikat dan Turki,” jelas Gurbuz.
Namun demikian, Gurbuz mempertanyakan peran serta sejumlah negara besar yang memberikan bantuan kepada kelompok teroris PKK/PYD.
“Dari mana mereka mendapatkan uang dan senjata kalau bukan dari negara besar? Tidak ada satupun kelompok teroris bisa eksis tanpa dukungan kekuatan besar di belakangnya,” tukas Gurbuz.
Gurbuz menegaskan Turki adalah negara yang stabil di Tmur tengah dan menerima demokrasi meski berstatus sebagai negeri muslim.
Selain itu, Turki juga memberikan perhatiannya terhadap krisis kemanusiaan seperti di Palestina, Suriah, dan Myanmar.
“Bersama Indonesia, kita terdepan dalam membela Palestina,” terang Gurbuz.