Rıskı Ramadhan
31 Januari 2018•Update: 31 Januari 2018
Muhammet Emin Avundukluoglu
ANKARA
Tentara Turki dan Tentara Pembebasan Suriah (FSA) tidak pernah melukai satu warga sipil pun selama berlangsungnya Operasi Ranting Zaitun, kata Menteri Pertahanan Nasional Turki Nurettin Canikli pada Selasa.
Berbicara kepada anggota parlemen di Ankara, Canikli mengatakan, "Tidak ada korban sipil yang disebabkan oleh Angkatan Bersenjata Turki dan FSA dalam Operasi Ranting Zaitun."
Dia menambahnkan, tidak adanya korban sipil dalam operasi tersebut menunjukkan ketulusan dan kepekaan Negara Turki meski kelompok teror menggunakan warga sipil sebagai perisai mereka.
Canikli juga mengatakan bahwa sejauh ini ada lima tentara turki dan 24 pejuang FSA yang tewas dalam operasi tersebut.
Dia juga menyebutkan, operasi tersebut telah melumpuhkan sebanyak 649 teroris PKK/PYD/YPG dan Daesh.
"Angkatan Udara Turki telah menghancurkan 458 target tempat penampungan, posisi senjata dan gudang amunisi milik organisasi teroris sementara dari darat, 4.370 target telah ditembak," kata dia.
Pada 20 Januari, Turki meluncurkan Operasi Ranting Zaitun untuk membasmi teroris PYD/PKK dan Daesh dari Afrin, Suriah.
Staf Umum Turki menyatakan bahwa operasi tersebut bertujuan untuk menciptakan keamanan dan stabilitas di sepanjang perbatasan Turki dan wilayah tersebut, juga untuk melindungi masyarakat Suriah dari tekanan dan kekejaman teroris.
Operasi ini dilakukan di bawah kerangka hak Turki berdasarkan hukum internasional, keputusan Dewan Keamanan PBB, hak untuk membela diri di bawah Piagam PBB, dengan tetap menghormati integritas teritorial Suriah, kata pernyataan tersebut.
Pihak militer juga memastikan bahwa "sangat penting" supaya operasi tidak membahayakan warga sipil.
Afrin menjadi tempat persembunyian utama bagi PYD/PKK ketika rezim Assad di Suriah menyerahkan kota tersebut kepada kelompok teror tanpa pertempuran pada Juli 2012 silam.