Yildiz Nevin
05 November 2021•Update: 08 November 2021
ANKARA
Turki akan tegas melakukan perjuangannya dengan tegas melawan perubahan iklim dan mempercepat upaya menuju revolusi hijau, kata menteri lingkungan, urbanisasi, dan perubahan iklim negara itu Murat Kurum pada Kamis.
Berbicara kepada Anadolu Agency terkait pertemuan selama Konferensi Iklim PBB ke-26 (COP26), Kurum menegaskan kembali target emisi nol karbon Turki pada 2053.
“Kami akan melakukan yang terbaik dari revolusi pembangunan berbasis lingkungan hijau, dan melakukan perjuangan kami dengan tegas melawan perubahan iklim sambil menambahkan langkah-langkah baru pada langkah-langkah yang telah kami ambil,” tutur dia.
Dia mengatakan perubahan iklim bukan hanya masalah lingkungan, tetapi juga masalah pembangunan dan keamanan nasional yang mempengaruhi banyak sektor, di saat bertambahnya jumlah bencana alam yang disebabkan oleh perubahan iklim di seluruh dunia, termasuk banjir, angin topan, kekeringan, dan kebakaran.
“Dibandingkan 100 tahun yang lalu, kebakaran akibat pemanasan global meningkat 30 persen, dan suhu udara melebihi 50 derajat Celcius meningkat dua kali lipat dalam 40 tahun terakhir,” kata menteri Turki.
Menekankan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah menetapkan target emisi nol bersih pada 2053, Kurum mencatat bahwa mereka meningkatkan sumber daya energi terbarukan negara di seluruh Turki untuk menggunakan lebih sedikit bahan bakar fosil.
“Tidak boleh dilupakan bahwa perubahan iklim adalah tanggung jawab bersama,” tutur dia, menunjukkan pentingnya KTT iklim di mana banyak masalah utama sedang dibahas mulai dari adaptasi iklim hingga migrasi iklim.
Kurum mengumumkan bahwa Turki akan mengadakan "Dewan Iklim" pada Januari 2022, di mana sektor swasta, organisasi non-pemerintah, universitas, industrialis, dan organisasi internasional akan mempresentasikan rencana aksi strategis jangka panjang.
Dengan delegasi 65 orang, Turki akan melanjutkan proyeknya di Glasgow hingga 12 November, tukas dia.