Devina Halim
20 September 2021•Update: 21 September 2021
JAKARTA
Presiden Filipina Rodrigo Duterte menyetujui uji coba kelas tatap muka terbatas di daerah dengan penularan Covid-19 yang rendah.
Kebijakan tersebut membuka jalan menuju pembukaan kembali sekolah di Filipina yang tutup sejak Maret 2020, meskipun dalam kapasitas minimum.
Juru Bicara Kepresidenan Harry Roque mengungkapkan kelas tatap muka hanya akan dilakukan selama setengah hari dan selang satu pekan.
Pemerintah Filipina hanya mengizinkan kelas tatap muka terbatas di wilayah dalam kategori “berisiko rendah” menurut Departemen Kesehatan dan harus memenuhi kriteria keselamatan dari Departemen Pendidikan.
“Ini juga harus mendapat dukungan dari pemerintah daerah melalui resolusi atau surat dukungan, serta persetujuan tertulis dari orang tua,” ungkap Roque dikutip dari media lokal PhilStar, Senin.
Departemen Pendidikan mengusulkan 120 sekolah sebagai percontohan, tetapi daftarnya belum tersedia.
Informasi mengenai waktu pelaksanaan kelas tatap muka terbatas di Filipina juga belum disebutkan.
Sekolah di Filipina telah dimulai secara resmi pada 13 September, dengan pembelajaran jarak jauh masih dilakukan oleh lebih dari 28,2 juta pelajar.
Filipina memiliki lebih dari 2,36 juta kasus Covid-19 setelah penambahan 19.271 pasien baru pada Minggu.
Kasus kematian Covid-19 di Filipina juga bertambah 205 orang sehingga total pasien yang meninggal menjadi 36.788.