Hayati Nupus
15 April 2020•Update: 16 April 2020
JAKARTA
Malaysia mengkonfirmasi 85 kasus baru infeksi Covid-19, sehingga total menjadi 5.072.
Dengan jumlah itu, Malaysia menempati posisi ketiga tertinggi kasus Covid-19 di Asia Tenggara, setelah Filipina dan Indonesia.
Kementerian Kesehatan Malaysia mengatakan ada penambahan satu orang meninggal karena virus itu, sehingga total kematian menjadi 83.
Selain itu, ada 169 pasien pulih dari infeksi Covid-19 dalam 24 jam, sehingga total menjadi 2.647.
Jumlah kasus infeksi Covid-19 di Malaysia meningkat tajam setelah tabligh akbar yang melibatkan lebih dari 12.000 orang dari berbagai negara digelar di masjid jamik di Sri Petaling, Kuala Lumpur.
Untuk mencegah meluasnya penyebaran virus, Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin menerbitkan kebijakan karantina wilayah bernama Perintah Kontrol Gerakan (MCO).
MCO terus diperpanjang hingga 28 April.
“MCO membantu petugas kesehatan mengatasi penyebaran infeksi, tapi kita harus siap menghadapi situasi ini cukup lama,” kata Muhyiddin.
Muhyiddin memperkirakan wabah ini akan berlangsung hingga beberapa bulan ke depan.
Namun setelah empat pekan kebijakan MCO itu diberlakukan, para ahli belum juga melihat puncak kasus infeksi Covid-19 di Malaysia.
Ahli epidemiologi dan biostatistik medis Universitas Sains Malaysia Prof Dr Kamarul Imran Musa yakin jika jumlah sebenarnya lebih tinggi empat hingga 10 kali lipat ketimbang hasil hitungan resmi pemerintah.
Hal itu, ujar Kamarul, terjadi karena ada kasus infeksi tanpa gejala dan tak ada tes massal agresif sejak awal seperti yang dilakukan Korea Selatan.
Bahkan ahli epidemiologi medis dan biostatistik Universitas Putra Malaysia Prof Dr Malina Osman mengatakan bukan tidak mungkin bila Malaysia akan menghadapi gelombang ketiga kasus baru.
Kasus-kasus itu dapat datang dari sub-klaster baru, mereka yang kembali dari luar negeri, pengungsi atau negara tetangga.