Pizaro Gozali İdrus
06 Desember 2019•Update: 06 Desember 2019
JAKARTA
Seorang pejabat kehutanan tewas ditembak di distrik Muang, provinsi selatan Yala, Thailand yang diduga dilakukan pemberontak pada Kamis, lansir Thai PBS.
Korban bernama Kowit Wangthaveesak tersebut adalah spesialis kehutanan dan kepala proyek di distrik Tharnto.
Pria berusia 52 tahun itu ditembak di bagian dada oleh seorang pengendara sepeda motor di sebuah perumahan di Tambon Sateng.
Dia dilarikan ke rumah sakit distrik tetapi dinyatakan meninggal tak lama setelah itu.
Polisi mengatakan mereka sedang menyelidiki motif pembunuhan itu dan memiliki rekaman video CCTV yang memperlihatkan kedua tersangka mengendarai sepeda motor.
Sejak 2004, konflik bersenjata di empat provinsi di selatan Thailand telah menewaskan 7.000 jiwa.
Pada 2013, Thailand pertama kalinya menandatangani perundingan damai bersama Barisan Revolusi Nasional (BRN) Melayu Patani, salah satu gerakan kemerdekaan Patani, yang diwakili Hasan Thoiyib.
Perundingan pada waktu itu ditengahi pemerintahan perdana menteri Malaysia Najib Abdul Razak.
Namun, perundingan antara BRN dan Pemerintah Thailand berhenti pada 2014 karena kudeta militer yang dipimpin Prayuth Chan-ocha terhadap pemerintahan Yingluck Shinawatra.
Prayut Chan-ocha kembali memperbarui proses perundingan yang hampir melahirkan zona aman antara kedua pihak.
Dialog damai tersebut diwakili Majelis Syura Patani (Mara Patani) dari pihak Muslim selatan.
Pembicaraan damai telah tertunda menyusul kegagalan kedua pihak melakukan pertemuan yang sedianya dilakukan pada Februari 2019.