Mohammed Sameai, Mohammad Sio
08 Agustus 2026•Update: 08 Agustus 2026
Kelompok Houthi kembali melancarkan serangan rudal dan drone ke Kota Marib di Yaman bagian tengah pada Sabtu, sehari setelah serangan serupa menewaskan dua warga sipil dan melukai 14 lainnya. Seorang pejabat pemerintah Yaman mengatakan serangan terbaru kembali menyasar kawasan permukiman yang padat penduduk.
Wakil Menteri Penerangan Yaman Mohammed Gezan mengatakan kelompok Houthi "kembali menggempur kawasan permukiman sipil di Kota Marib dengan rudal dan drone."
Dalam unggahan di platform media sosial X, Gezan tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai serangan tersebut.
Media pemerintah Saba TV juga melaporkan bahwa Houthi "kembali melancarkan serangan ke Kota Marib yang padat penduduk dan dihuni banyak warga serta pengungsi," namun tidak merinci lebih lanjut mengenai insiden tersebut.
Serangan terjadi sehari setelah dua warga sipil tewas
Serangan terbaru itu terjadi sehari setelah Kementerian Kesehatan Yaman menyatakan dua warga sipil tewas dan 14 lainnya terluka akibat serangan rudal dan drone Houthi ke Kota Marib.
Pada Jumat malam, Houthi menyatakan mereka menargetkan personel militer dan perlengkapan mereka di Kamp Militer Sahn al-Jin di Marib.
Pada malam yang sama, militer Yaman mengatakan telah menggagalkan serangan Houthi terhadap Kota Marib. Militer juga menyatakan tidak ada prajurit yang tewas maupun terluka, serta tidak ada kerugian material dalam insiden tersebut.
Marib tampung jutaan pengungsi
Menurut laporan pemerintah, Kota Marib menampung lebih dari dua juta pengungsi dari total hampir lima juta pengungsi yang tersebar di seluruh Yaman.
Sejak awal Juli, sejumlah garis depan di Yaman kembali mengalami bentrokan sporadis antara pasukan pemerintah dan kelompok Houthi yang mengakibatkan puluhan korban tewas dan luka-luka di kedua belah pihak.
Yaman mengalami masa relatif tenang sejak April 2022 dalam perang yang telah berlangsung hampir 12 tahun antara pasukan pemerintah yang didukung koalisi pimpinan Arab Saudi dan kelompok Houthi yang didukung Iran. Houthi telah menguasai ibu kota Sanaa dan sejumlah provinsi lainnya sejak 21 September 2014.