Muhammad Abdullah Azzam
02 Juli 2019•Update: 04 Juli 2019
Muhammet Kurşun
TEHERAN
Pemerintah Iran mengumumkan bahwa produksi pengayaan uranium mereka meningkat dan telah melebihi batas yang ditentukan dalam perjanjian nuklir pada 2015 lalu, ungkap media Iran.
Menurut laporan dari kantor berita semi resmi Iran, Fars, pemerintah Teheran menaikkan tingkat produksi uranium yang mana sesuai kesepakatan tidak melebihi 3,67 persen
atau di atas 300 kilogram stok yang telah ditetapkan dalam kesepakatan nuklir.
Badan Energi Atom Internasional (IAEA) sudah mengukur jumlah pengayaan uranium Iran sejak Rabu lalu dan mereka menemukan bahwa stoknya telah meningkat hingga lebih dari 300 kilogram.
Juru bicara Badan Energi Atom Iran Behruz Kemalvendi mengatakan pada 26 Juni lalu, pihaknya akan menaikkan produksi uranium yang diperkaya setelah berakhirnya waktu yang diberikan kepada negara-negara Eropa.
Di bawah kesepakatan nuklir, yang juga dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPoA), Iran setuju untuk memusnahkan persediaan uranium yang diperkaya menengah dan memotong persediaan uranium yang diperkaya rendah sebesar 98 persen.
Kesepakatan itu ditandatangani oleh Inggris, AS, Rusia, China, Prancis, Jerman dan Uni Eropa pada 2015.
Pada Oktober 2017, Presiden Donald Trump mengumumkan bahwa AS tidak akan lagi menjadi anggota kesepakatan dan dengan demikian menarik diri dari perjanjian.
Tak lama setelah itu, Washington memberlakukan sanksi terhadap Teheran.