Rhany Chairunissa Rufinaldo
02 Juli 2019•Update: 03 Juli 2019
Magdalene Mukami
NAIROBI, Kenya
Presiden Sudan Selatan mengadakan pembicaraan bilateral dengan Presiden Kenya dalam kunjungan kenegaraan ke negara itu, Senin.
Pembicaraan Salva Kiir dengan Uhuru Kenyatta berfokus pada proses perdamaian Sudan Selatan yang terhenti, penyelesaian konflik dan sengketa, ikatan perdagangan dan stabilitas regional.
Menurut sebuah pernyataan dari kantor Kenyatta, selama pertemuan tertutup itu pemimpin Kenya mengatakan Nairobi prihatin dengan stabilitas Sudan Selatan yang telah lama dilanda perang sipil.
Kenyatta mengatakan dia akan menggunakan suara Kenya untuk mendesak lebih banyak negara mendukung proses perdamaian yang sedang berlangsung di negara itu.
"Perjanjian Revitalisasi Resolusi Konflik di Republik Sudan Selatan, jika dilaksanakan sepenuhnya, akan menguntungkan seluruh benua dan bukan hanya Sudan Selatan saja," tambah dia.
Sementara itu, Kiir mengatakan bahwa pemerintah Sudan Selatan senang dengan janji Kenyatta untuk memberikan lebih banyak tekanan terhadap implementasi perjanjian perdamaian.
Pada pertemuan itu, Kenya juga sepakat untuk mengalokasikan lahan ke Sudan Selatan di Zona Ekonomi Khusus Naivasha untuk pelabuhan kering dan pusat logistik di dekat Pelabuhan Lamu di sepanjang pantai Kenya.