Ekip,Maria Elisa Hospita
23 Juli 2020•Update: 24 Juli 2020
Abdelraouf Arna'out
YERUSALEM
Israel meningkatkan jumlah pasukan di sepanjang perbatasan utara, yang menunjukkan kemungkinan eskalasi di Suriah atau Lebanon.
"Setelah meninjau situasi, kami memutuskan mengirim lebih banyak pasukan infanteri ke komando utara," kata militer Israel dalam sebuah pernyataan, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
Namun, harian The Jerusalem Post mengatakan keputusan itu diambil di tengah meningkatnya ketegangan setelah kelompok Hizbullah Lebanon mengumumkan bahwa salah satu anggotanya tewas dalam serangan udara yang dilancarkan oleh Israel di Damaskus pada Senin malam.
Rezim Assad mengatakan tujuh tentaranya terluka dalam serangan udara itu.
Menurut kantor berita SANA, pertahanan udara Suriah telah mencegat rudal yang ditembakkan oleh pesawat tempur Israel dari Dataran Tinggi Golan ke Damaskus Selatan.
Israel kemudian menutup wilayah udara di atas Dataran Tinggi Golan pada Selasa.
Sejak awal krisis Suriah pada 2011, Israel telah melancarkan ratusan serangan udara ke Suriah, termasuk fasilitas militer rezim Assad dan kelompok-kelompok yang didukung Iran.
*Ahmed Asmar turut melaporkan dari Ankara