Muhammad Abdullah Azzam
24 Juni 2019•Update: 25 Juni 2019
Hussein Mahmoud Ragab Elkabany, Gülşen Topçu
ISTANBUL
Keluarga Mohammad Morsi, presiden Mesir pertama yang dipilih secara demokratis, berterima kasih kepada semua orang yang tidak membiarkan mereka sendirian, terutama kepada Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.
Berbicara kepada stasiun televisi Al Jazeera, putra pertama Mohammed Morsi, Abdullah Morsi mengatakan bahwa otoritas Mesir tidak mengizinkan pihaknya mengadakan acara takziah untuk mengenang wafat ayahnya.
Namun jutaan orang di seluruh dunia, terutama di Masjid al-Aqsa mengadakan salat ghaib untuk ayahnya.
"Tidak ada peristiwa seperti itu dalam sejarah. Sebelumnya belum pernah terjadi di mana jutaan orang pergi untuk melakukan salat ghaib," ungkap Abdullah.
"Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada semua orang, terutama Tuan Erdogan, Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, pemerintah Malaysia dan mantan Presiden Tunisia Munsif al-Marzuki," tutur dia.
Morsi, pemimpin Ikhwanul Muslimin Mesir, memenangkan pemilihan presiden demokratis pertama negara itu pada 2012.
Namun, setelah hanya satu tahun menjabat, dia digulingkan dan dipenjara dalam kudeta militer berdarah yang dipimpin oleh menteri pertahanan Mesir saat itu dan presiden saat ini Abdel Fattah al-Sisi.
Dia meninggal dunia pada Senin di pengadilan saat tengah menjalani persidangan atas sejumlah tuntutan hukum, yang menurut dia, sejumlah kelompok hak asasi manusia dan pengamat independen, bermotivasi politis.