Rhany Chairunissa Rufinaldo
01 Agustus 2019•Update: 02 Agustus 2019
Michael Hernandez
WASHINGTON
Laporan intelijen Amerika Serikat mengindikasikan bahwa putra mendiang pemimpin al-Qaeda Osama bin Laden, Hamza, telah meninggal dunia, menurut sejumlah laporan yang dirilis pada Rabu.
NBC News mengutip tiga pejabat pemerintah anonim yang tidak menjelaskan di mana atau kapan Hamza bin Laden tewas atau apakah AS berperan dalam kematiannya.
Tetapi The New York Times kemudian melaporkan bahwa AS memiliki peran dalam kematiannya, meskipun bentuk tindakan yang diambil masih belum jelas.
Gedung Putih tidak segera menjawab sejumlah pertanyaan dari Anadolu Agency untuk mengonfirmasi berita itu, sementara Presiden Donald Trump menolak untuk mengomentari masalah ini ketika ditanya oleh wartawan.
Bin Laden junior menjadi bintang yang naik daun di jaringan teroris al-Qaeda.
Dia merilis pesan audio dan video di internet yang menyerukan serangan terhadap Barat dan mengancam pembalasan dendam atas pembunuhan ayahnya oleh pasukan AS pada 2011.
Departemen Luar Negeri AS kemudian mengumumkan hadiah USD1 juta untuk informasi tentang Hamza pada Februari lalu.
Osama bin Laden terbunuh dalam operasi rahasia yang dilakukan di Abbottabad, Pakistan, di sebuah kompleks tempat dia bersembunyi.
Dia mengaku bertanggung jawab atas serangan 11 September 2001 di Menara Kembar New York serta serangan di Pentagon pada hari yang sama.
Serangan-serangan itu dilakukan dengan menggunakan tiga pesawat penumpang yang dibajak oleh al-Qaeda.
Pesawat keempat, yang menuju Gedung Putih atau Capitol, jatuh di sebuah lapangan di Pennsylvania setelah penumpang berusaha merebutnya kembali dari para pembajak.
Hampir 3.000 orang terbunuh pada hari itu, di antaranya warga dari sekitar 77 negara.
Hamza bin Laden ditetapkan sebagai teroris global oleh Washington pada Januari 2017 dan melarang individu AS melakukan transaksi dengannya.