Goksel Yildirim, Kaan Ulu, Emir Yildirim
02 Oktober 2026•Update: 02 Oktober 2026
Anak perusahaan Turkish Aerospace Industries (TAI) yang memproduksi mesin, TEI, tengah mempersiapkan penggunaan mesin buatan dalam negeri pada sejumlah platform udara, termasuk helikopter Gokbey dan pesawat nirawak Bayraktar Kizilelma.
Manajer Umum TEI Mahmut Faruk Aksit mengatakan mesin TEI-TS1400 yang dikembangkan untuk Gokbey telah mencapai tahap kesiapan terbang, sementara unit untuk produksi massal juga telah dibuat.
Berbicara di sela-sela TEKNOFEST Southeast, Aksit mengatakan mesin tersebut kini menjalani tahap akhir sertifikasi sebelum dapat digunakan pada Gokbey.
TEKNOFEST Southeast, bagian dari festival teknologi, pertahanan, dan penerbangan unggulan Turkiye, dimulai pada Rabu di Sanliurfa dan mempertemukan penggemar teknologi, investor muda, serta ribuan pengunjung. Anadolu menjadi mitra komunikasi global acara tersebut.
“Tahap sertifikasi berikutnya akan memungkinkan Gokbey menggunakan mesin buatan dalam negeri dan memasuki produksi massal untuk pelanggan serta inventaris militer. Proses ini membutuhkan waktu dan kami harus menjalani banyak pengujian. Saat ini sekitar delapan mesin berbeda sedang menjalani pengujian secara paralel,” kata Aksit.
Dia mengatakan mesin jet TEI-TF6000 yang menjadi salah satu proyek prioritas juga telah menyelesaikan uji operasional dan mencapai kesiapan terbang.
Mesin tersebut direncanakan diserahkan kepada Baykar pada akhir tahun ini atau awal tahun depan untuk digunakan pada Bayraktar Kizilelma.
Setelah penyerahan tersebut, TEI juga menargetkan mesin TEI-TF10000 yang lebih bertenaga dapat beroperasi penuh sebelum akhir tahun depan.
Aksit mengatakan TEI telah meningkatkan kemampuan teknik serta penelitian dan pengembangan (R&D) secara signifikan. Jumlah personel di bidang tersebut bertambah dari sekitar 80 orang satu dekade lalu menjadi hampir 1.300 insinyur saat ini, sementara keseluruhan tenaga teknik perusahaan mendekati 2.000 orang.
Perusahaan tersebut juga baru-baru ini melakukan restrukturisasi dan membentuk entitas khusus bernama TEITECH, sebuah divisi milik negara yang akan memimpin pengembangan sejumlah aset militer strategis, termasuk mesin untuk proyek pesawat tempur nasional Turkiye dan helikopter kelas berat.
Aksit mengatakan TEI terus menjalankan kontrak ekspor yang telah ada dengan sebuah negara berteknologi maju yang tidak disebutkan namanya, sekaligus mulai melakukan pembicaraan penjualan dengan calon pelanggan asing kedua.
Dia menambahkan mesin diesel penerbangan buatan TEI saat ini digunakan pada sejumlah pesawat nirawak, termasuk Bayraktar TB3, Aksungur, dan Anka.
Sistem propulsi untuk pesawat nirawak buatan TEI baru-baru ini mencatat total 20.000 jam terbang operasional, sementara perusahaan tersebut telah menyerahkan lebih dari 100 mesin drone sepanjang tahun ini.