Şahin Demir
29 April 2026•Update: 29 April 2026
Nilai tukar mata uang Iran kembali melemah terhadap dolar AS pada Rabu di tengah konflik yang masih berlangsung dengan Amerika Serikat, menurut laporan kantor berita semi-resmi ISNA.
Dalam dua hari terakhir, nilai dolar AS melonjak lebih dari 230.000 rial hingga mencapai 1.811.000 rial di pasar terbuka, atau naik sekitar 14 hingga 15 persen, berdasarkan data perdagangan.
Mata uang utama lainnya, termasuk euro, juga mencatat kenaikan serupa terhadap rial.
Pada Desember lalu, rial Iran sempat mengalami depresiasi tajam dari sekitar 1,2 juta menjadi 1,44 juta per dolar AS, yang memicu gelombang protes terhadap pemerintah. Demonstrasi tersebut meningkat pada awal Januari dan berubah menjadi lebih keras pada 8–9 Januari.
Pejabat Iran menyatakan sebanyak 3.117 orang tewas dalam aksi protes tersebut, sementara sejumlah organisasi hak asasi manusia memperkirakan jumlah korban mencapai hingga 7.000 orang.
Pada Februari, Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan terhadap Iran yang kemudian dihentikan melalui gencatan senjata yang dimediasi Pakistan pada 8 April.