Yunus Turk
27 April 2026•Update: 27 April 2026
Perusahaan Belgia menilai Turkiye telah terintegrasi penuh dengan rantai nilai ekonomi Eropa, seiring rencana misi dagang besar yang akan dipimpin Ratu Mathilde bulan depan.
Duta Besar Belgia untuk Ankara Hendrik Van de Velde mengatakan rantai nilai ekonomi Turkiye dan Eropa “sepenuhnya terintegrasi”, dengan lebih dari separuh perekonomian Turkiye terkait dengan pasar Eropa.
Pernyataan tersebut disampaikan menjelang Misi Ekonomi Belgia ke Turkiye yang dijadwalkan berlangsung pada 10–14 Mei dengan agenda pertemuan di Istanbul dan Ankara.
Delegasi yang dipimpin Ratu Mathilde itu diperkirakan melibatkan sekitar 450 peserta, termasuk sekitar 250 pelaku bisnis.
Misi tersebut akan berfokus pada sektor farmasi, logistik, energi berkelanjutan, transformasi digital, serta kerja sama pertahanan dan penerbangan.
Pejabat Belgia juga mengharapkan tercapainya sejumlah kesepakatan di bidang transportasi udara, jaminan sosial, pertanian, dan kesehatan selama kunjungan tersebut.
Van de Velde menyebut sektor pertahanan Turkiye berkembang pesat dalam satu dekade terakhir dan menjadi salah satu pendorong utama perekonomian negara.
Delegasi Belgia, bekerja sama dengan Badan Industri Pertahanan Turkiye, berencana mengunjungi perusahaan pertahanan besar seperti Baykar, Turkish Aerospace Industries (TAI), dan Aselsan.
Ia menambahkan Belgia juga memiliki perusahaan kuat di sektor tersebut, meski umumnya berskala lebih kecil dibandingkan perusahaan Turkiye, serta melihat potensi sinergi antara klaster ruang angkasa dan penerbangan Belgia dengan kapasitas manufaktur Turkiye.
Di sektor logistik, nilai perdagangan bilateral antara Turkiye dan Belgia mencapai sekitar 13 miliar euro (sekitar 15,2 miliar dolar AS).
Menurut Van de Velde, Belgia menempati posisi kelima di antara negara Uni Eropa dalam perdagangan dengan Turkiye.
Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kepastian bagi investasi asing langsung untuk mendukung kerja sama jangka panjang, dengan Belgia berperan sebagai pusat di zona euro dan Turkiye sebagai gerbang transit yang menghubungkan Asia, Eropa, dan Afrika.