Iqbal Musyaffa
03 Maret 2020•Update: 04 Maret 2020
JAKARTA
Kementerian Perdagangan mengatakan pemerintah menjamin ketersediaan bahan kebutuhan pokok sehingga masyarakat tidak perlu melakukan aksi pembelian secara berlebihan atau panic buying seiring dengan adanya kasus positif virus korona di Indonesia.
Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengatakan terus memantau terjadinya aksi panic buying masyarakat di sejumlah tempat. Oleh karena itu, dia mendorong agar masyarakat tidak perlu belanja berlebihan karena pasokan barang kebutuhan pokok masih sangat mencukupi.
“Masyarakat harus hati-hati menyikapi, khususnya dalam berbelanja sesuai kebutuhan saja,” ujar Menteri Agus, dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa.
Menteri Agus mengatakan aksi panic buying justru bisa merugikan masyarakat karena dapat menimbulkan ketidakstabilan harga akibat pasokan yang berkurang.
Dia berharap masyarakat tidak mudah terpancing oleh informasi yang tidak benar sehingga menimbulkan kepanikan.
“Saya sudah setujui impor gula kristal merah sebagai bahan baku gula kristal putih sebanyak 438.800 ton untuk memenuhi kebutuhan tambahan stok gula hingga Mei 2020,” jelas Menteri Agus.
Dia mengatakan impor tersebut akan dilakukan oleh BUMN dan juga swasta. Selain itu, Kementerian Perdagangan juga sudah menerbitkan izin impor bawang putih.
Menteri Agus mengatakan pemerintah hanya membatasi impor hewan hidup dari China dan tidak ada larangan impor untuk komoditas lainnya.